Kata Mutiara 1

Cinta adalah anugrah Tuhan bagi semua manusia. Cinta datang dari hati, tumbuh dalam hati, bersemi dalam hati dan cinta adalah perpaduan dua hati. Tentu saja ungkapan kata mutiara cinta juga harus datang dari hati, agar bisa didengar dan meresap serta memiliki makna yang dalam. .

Kata Mutiara 2

Cinta memberi energi kehidupan, penumbuh motivasi dan semangat. Cinta adalah hal yang terindah di dunia yang diciptakan Tuhan untuk kita. Cinta tak mampu di bunuh, cinta tak mampu di hancurkan. Dan, kata kata romantis terindahlah yang mampu mengambarkan keindahan dan kekuatan cinta.

Kata Mutiara 3

Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya. Hari ini bila ia datang, jangan biarkan ia berlalu pergi. Esok kalau ia masih bertandang, jangan harap ia akan datang kembali.

Kata Mutiara 4

Saya memiliki sepasang mata, tetapi tidak dapat selalu melihatmu.Saya memiliki sepasang tangan, tetapi tidak bisa selalu melindungimu Tapi aku memiliki hati, yang selalu berdoa untuk mu

Kata Mutiara 5

Semoga kamu mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kamu bahagia, cukup cobaan untuk membuat kamu kuat, cukup penderitaan untuk membuat kamu menjadi manusia yang sesungguhnya, dan cukup harapan untuk membuat kamu positif terhadap kehidupan.

Kata Mutiara 6

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat...

Kata Mutiara 7

Memang kita tlah jauh rasanya Memang kita sudah tak bersama Jika memang kita ditakdirkan tuk bersama selamanya Cinta takkan kemana..

Saturday, November 3, 2012

Arti Sahabat

Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Chika adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.
Berikut adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:
Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.
Cinta says:
“Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”

Thursday, November 1, 2012

Kenali Karakter Orang Sombong di Sekitar Kita

Pada saat menyombongkan diri, sesungguhnya orang tersebut telah melemahkan dirinya sendiri. Kesombongan adalah salah satu penyakit miskin jiwa.
Muhammad Ali telah tercatat dalam sejarah dunia dialah petinju yang memperoleh banyak uang dengan memasarkan dirinya sendiri dalam masyarakat sebagai orang yang suka berlagak. Sebelum naik ring tinju, dia dikenal suka menggembar-gemborkan slogan akan menghabisi lawannya dalam beberapa ronde saja. Mungkin kiat ini bagus untuk motivasi dunia olahraga. Namun cara ini sebaiknya tidak perlu Anda contoh dalam kehidupan nyata.
Milikku lebih baik daripada milik kamu, demikian semboyan orang yang sombong dan suka berlagak. Dia selalu berusaha keras untuk mengingatkan Anda akan hal tersebut setiap kali ada kesempatan. Tanpa dorongan sedikitpun, dia akan mengatakan kepada Anda tentang rumah barunya, mobilnya yang mahal, pekerjaannya yang hebat dan bertitel dan daftar nama wanita yang mengejar-ngejar dia. Duh, pasti sebel banget ketemu dengan orang macam demikian.
Sebenarnya, kebanyakan orang yang sombong dan suka berlagak percaya bahwa kepunyaan mereka itu nggak lebih bagus dari milik Anda. Oleh karena itu, dia memberi kesan pada Anda dengan melebih-lebihkan keberhasilannya. Hal ini tidak berarti bahwa Anda tidak perlu memiliki kepercayaan yang kuat atas kemampuan Anda sendiri, karena mungkin Anda memang benar-benar memiliki nilai lebih dari kepercayaan diri yang Anda miliki.
Air tenang menghanyutkan. Orang yang sungguh-sungguh percaya pada dirinya sendiri tidak perlu terlalu banyak menyiarkan keadaan diri mereka ke dunia luar. Michael Le Boeuf mengatakan satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh orang yang suka berlagak untuk meyakinkan orang lain adalah bahwa mulutnya lebih lebar, citra dirinya lebih kecil, dan kehadirannya menjengkelkan. Itulah kondisi miskin jiwa. Tidak memiliki kemampuan diri namun menipu orang lain dengan kata-kata angkuh.
Semoga artikel ini bisa memberi peringatan bagi diri kita semua untuk selalu rendah hati dan menghindari kesombongan. Yang berhak sombong cuma Tuhan. Kita manusia tidak memiliki hak secuil pun untuk berlaku sombong.

Antara Sahabat Dan Pacar

Bagaimanapun, sahabat dan pacar memiliki tempat yang berbeda di hati kita. Walau sama-sama sangat berarti, kita tetap tidak bisa menyamakan sikap terhadap keduanya karena dua makhluk hidup itu memiliki peran yang berbeda. Di satu sisi, sahabat adalah orang yang kita merasa nyaman untuk membicarakan hal-hal yang mungkin konyol bagi orang lain. Di sisi lain, pacar adalah seseorang yang kita inginkan hanya menjadi milik kita.
Dengan mengabaikan bahwa peran dan posisi mereka berbeda, bisa mengakibatkan munculnya masalah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pembagiannya antara sahabat dan pacar.
Pertama, topik pembicaraan dengan keduanya. Kita tidak bisa sesuka hati mendiskusikan hal-hal konyol tentang teman kita kepada pacar. Karena, selain mungkin dia tidak kenal dengan obyek pembicaraan kita, dia juga mungkin tidak suka pembicaraan yang berbau-bau ngerumpi. Begitu pula dengan sahabat; walau cinta kita kepada pacar setinggi gedung pencakar langit, tidak perlulah kita selalu menebarkan pesonanya kepada sahabat kita. Karena, walau menurut kita itu adalah topik yang paling menyegarkan, bagi sahabat kita mungkin itu justru topik yang membosankan.
Kata-kata sandi yang biasa kita gunakan dalam pembicaraan dengan sahabat atau dengan pacar juga jangan sampai tercampur aduk.
Kedua, pembagian waktu bagi keduanya juga adakalanya perlu dipisahkan. Yang terpenting, kita jangan terlalu ngebelain salah satu. Karena, ini bisa membuat salah satu pihak merasa diduakan dan ini malah bisa membuat dua orang yang kita sayang saling tidak menyukai.
Ketiga, perhatian kita kepada keduanya pun jangan sampai berat sebelah. Masak sih hanya kalau pacar sakit saja, kita jenguk. Sebaiknya kan kita juga menjenguk bila sahabat sedang terkapar sakit. Atau jangan ultah sahabat saja yang membuat kita jadi event organizer dadakan; tapi manis juga lho kalau membuat kejutan di ultah sang doi.
Keempat, free your body and mind. Mungkin itu adalah ekspresi yang bisa mewakili sikap kita ketika sedang asyik dengan sahabat. Tapi, ketika sedang berduaan dengan pacar, kebebasan berekspresi semacam itu seolah bukan milik kita. Nah, sekali waktu coba deh kita belajar lebih membuka diri kepada pacar dengan gaya yang kita terapkan kepada sahabat.
Meminimalisasi cemburu<>
Ada baiknya kita memperkenalkan dan mempertemukan pacar dengan sahabat. Tidak perlu sampai terlalu akrab sih. Yang penting kalau kita cerita tentang sahabat kita kepada pacar, dia akan tahu siapa yang kita maksud, tanpa harus menerangkan ulang secara panjang lebar tentang sahabat kita. Begitu juga sebaliknya.
Selain itu, upaya ini juga dapat mengurangi rasa iri dan curiga sang pacar kepada sahabat kita, terlebih bila kita lebih dulu bersahabat sebelum pacaran. Keirian dan kecurigaan ini bisa muncul dari perasaannya bahwa kita lebih mengetahui seluk-beluk seputar sahabat kita dibandingkan dengan mengenalnya.
Fatal akibatnya bila kita tidak peka dengan kedua macam perasaan pacar kita itu. Karena, perasaan itu bisa meluas dan memunculkan perasaan baru, yaitu cemburu.
Kepentingan keduanya pun harus kita seimbangkan. Jangan sampai salah satu dari mereka sampai merasa dialah yang paling berhak memiliki kita. Kita bisa membagi waktu untuk keduanya. Kapan “jam tayang” untuk gosip terbaru yang akan kita siarkan bersama sahabat, dan kapan kita akan menghabiskan malam romantis bersama si dia.
Cara lain untuk menjembatani kedua belah pihak dengan kepentingan berbeda itu bisa saja dengan melakukan kegiatan bersama, antara kita, sahabat, dan pacar. Kegiatan bersama ini bisa ditujukan selain untuk mempertemukan mereka berdua, juga untuk mengajak mereka memahami posisi dan peran masing-masing. Tidak perlu terlalu sering sih karena kita juga kan harus memiliki privasi di luar mereka.
Yang terpenting, dengan kegiatan bersama itu, diharapkan mereka tidak akan menuntut terlalu banyak, melebihi kapasitas mereka di samping kita.

Sunday, October 28, 2012

Cemburu

Cemburu kerap tersulut saat mendengar atau menjumpai pasangan dekat dengan wanita lain. Meski rentan memancing pertikaian yang berujung kehancuran hubungan, munculnya rasa iri bercampur amarah ini justru bisa menjadi penghangat hubungan. Asal, mampu mengelolanya dengan baik.

Rasa cemburu lumrahnya muncul seiring perasaan cinta atau sayang terhadap pasangan. Rasa ini muncul karena takut kehilangan pasangan atau pasangan berpaling ke wanita lain.

Perlu strategi kontrol diri untuk melawan perasaan itu. Dengan pengelolaan rasa yang baik, munculnya perasaan itu justru bisa membuat hubungan semakin hangat tanpa memicu pertikaian sengit yang berpotensi menghancurkan hubungan.

Mengapa cemburu itu dikata baik? Munculnya rasa ini adalah pertanda bahwa Anda benar-benar peduli dengan pasangan. Secara biologis, rasa ini muncul sebagai sinyal tubuh merespons suatu hal yang berpotensi membahayakan dirinya.

Cemburu merupakan bentuk spontan perlindungan diri. Dalam konteks hubungan, rasa ini menjadi hal baik yang mendorong Anda melindungi hubungan dari ancaman bahaya.

Yang menjadi masalah adalah cara mengelola cemburu. Tanpa pengelolaan yang baik, munculnya rasa ini rentan menyulut pertikaian tanpa penyelesaian tuntas. Bahkan, tak mustahil berbagai persoalan lampau yang sebenarnya tak ada hubungannya turut dipermasalahkan.

Jadi apa yang harus dilakukan saat rasa itu muncul? Anda harus mengajak pasangan bicara. Jangan terobsesi menyalahkan, beri kesempatan pasangan menjelaskan. Selalu berangkat dengan niat melindungi hubungan, bukan memancing pertengkaran. 

Lima pertanyaan menilai kadar bahaya 

1. Apakah pasangan tertarik secara seksual pada wanita itu?
2. Apakah Anda menemukan pasangan berfantasi dengan wanita lain?
3. Apakah pasangan merasa tertarik secara emosional dengan wanita lain?
4. Apakah pasangan membuka diri dan berbagi informasi pribadi dengan wanita lain?
5. Apakah sesuatu terjadi antara pasangan dan wanita lain yang disembunyikan?

Lewat sejumlah pertanyaan itu, Anda bisa memainkan logika untuk menilai apakah rasa cemburu itu sinyal serius atau hanya cemburu buta. Jika cemburu itu ternyata tak beralasan, jangan gengsi untuk meminta maaf. Dijamin, akan menjadi momentum yang penuh kemesraan.

Tidak Ada Jalan Yang Rata Untuk Sukses


Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke puncak gunung yang terkenal. Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.
Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakan maksudnya "Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung".
Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda.
"Ada 3 jalan menuju puncak, kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?"
"Kalau saya memilih sebelah kiri?"
"Sebelah kiri melewati banyak bebatuan." Setelah berpamitan dan mengucap terima kasih, si pemuda bergegas melanjutkan perjalanannya. Beberapa jam kemudian dengan peluh bercucuran, si pemuda terlihat kembali di depan pintu rumah si kakek.
"Kek, saya tidak sanggup melewati terjalnya batu-batuan. Jalan sebelah mana lagi yang harus aku lewati kek?"
Si kakek dengan tersenyum mengangkat lagi 3 jari tangannya menjawab, "Pilihlah sendiri, kiri, tengah atau sebelah kanan?"
"Jika aku memilih jalan sebelah kanan?"
"Sebelah kanan banyak semak berduri." Setelah beristirahat sejenak, si pemuda berangkat kembali mendaki. Selang beberapa jam kemudian, dia kembali lagi ke rumah si kakek.
Dengan kelelahan si pemuda berkata, "Kek, aku sungguh-sungguh ingin mencapai puncak gunung. Jalan sebelah kanan dan kiri telah aku tempuh, rasanya aku tetap berputar-putar di tempat yang sama sehingga aku tidak berhasil mendaki ke tempat yang lebih tinggi dan harus kembali kemari tanpa hasil yang kuinginkan, tolong kek tunjukkan jalan lain yang rata dan lebih mudah agar aku berhasil mendaki hingga ke puncak gunung."
Si kakek serius mendengarkan keluhan si pemuda, sambil menatap tajam dia berkata tegas "Anak muda! Jika kamu ingin sampai ke puncak gunung, tidak ada jalan yang rata dan mudah! Rintangan berupa bebatuan dan semak berduri, harus kamu lewati, bahkan kadang jalan buntu pun harus kamu hadapi. Selama keinginanmu untuk mencapai puncak itu tetap tidak goyah, hadapi semua rintangan! Hadapi semua tantangan yang ada! Jalani langkahmu setapak demi setapak, kamu pasti akan berhasil mencapai puncak gunung itu seperti yang kamu inginkan! dan nikmatilah pemandangan yang luar biasa !!! Apakah kamu mengerti?"
Dengan takjub si pemuda mendengar semua ucapan kakek, sambil tersenyum gembira dia menjawab "Saya mengerti kek, saya mengerti! Terima kasih kek! Saya siap menghadapi selangkah demi selangkah setiap rintangan dan tantangan yang ada! Tekad saya makin mantap
untuk mendaki lagi sampai mencapai puncak gunung ini.
Dengan senyum puas si kakek berkata, "Anak muda, Aku percaya kamu pasti bisa mencapai puncak gunung itu! Selamat berjuang!!!
Tidak ada jalan yang rata untuk sukses!
Sama seperti analogi Proses pencapaian mendaki gunung tadi. Untuk meraih sukses seperti yang kita inginkan, Tidak ada jalan rata! tidak ada jalan pintas! Sewaktu-waktu, rintangan, kesulitan dan kegagalan selalu datang menghadang. Kalau mental kita lemah, takut tantangan , tidak yakin pada diri sendiri, maka apa yang kita inginkan pasti akan kandas ditengah jalan. Hanya dengan mental dan tekad yang kuat, mempunyai komitmen untuk tetap berjuang, barulah kita bisa menapak di puncak kesuksesan.

Saturday, October 27, 2012

Memaafkan dan Lupakan Masa Lalu Itu

Masa lalu yang ada tidak semuannnya menyenangkan terkadang banyak masa lalu yang membuat kita merasa terbelenggu oleh kesalahan- kesalahan ataupun cerita masa lalu yang suram yang tentunya hal ini akan sangat membekas di hari- hari kedepan.
Melupakan bukan perkara mudah, tidak setiap orang mampu melupakan begitu saja, dimana terkadang masa lalu itu begitu sangat membekas didalam alur berfikir kita, namun mengingat itu tidak akan pernah merubah keadaan yang telah lewat, yang ada hanyalah sejarah dan cerita yang kedepan sesuatu yang harus dijalanin dengan baik.
Kita tidak akan pernah dapat merubah seseorang kecuali orang itu sendiri yang merubahnya, jadi jangan berharap bahwa kita mampu merubah pikiran seseorang karena hanya orang tersebut yang bisa merubahnya dan perlu kita sadari bahwa pikiran adalah sumber dari segala hal yang ada di diri kita terkadang sumber penyakitpun berasal dari pikiran kita sendiri, rasa takutpun juga keluar dari pikiran kita apalagi trauma akan masa lalu itu semua keluar dari pikiran kita lalu bagaimana kita menyikapi ini semua agar kita mendapatkan hidup yang memiliki kualitas dalam keseharian:
    * Berilah ruang damai didalam pikiran anda dengan melakukan perdamaian dengan diri anda sendiri, ini mudah tapi sulit tetapi mau tidak mau harus dilakukan, siapa yang akan merawat badan anda kalau bukan anda siapa yang akan merwat pikiran anda kalau bukan anda jadi berdamailah dengan mebangun pikiran positif menjauhi segala hal yang akan menganggu proses perdamaian anda dengan diri anda, ingat diri anda butuh dicintai dan dikasihi oleh anda , pikiran andapun sama berilah pikiran anda sesuatu yang baik dengan lebih sering membuang ke kantong sampah hal - hal yang membuat anda menjadi teringat sesuatu yang akan menganggu pikiran masa depan anda.
    * Maafkanlah, tidak mudah tapi kata jitu yang disarankan seorang sahabat ke pada saya adalah maafkanlah karena maaf adalah keikhlasan, tanpa maaf semua akan sia - sia , membangun prinsip keihlasan maaf berbeda dengan maaf doang karena prinsip ikhlas  membalikkan rasa sesal,dengki dan dendam menjadi cahaya bagi pikiran kita.
    * Lupakanlah , ini berat tapi melupakan harus kita lakukan terutama melupakan hal - hal yang telah membuat hati kita terusik,pikiran kita stress serta dendam kita selalu ada, melupakan memiliki nilai yang sangat tinggi bertemu orang baru yang positif akan sangat membantu proses melupakan, kesibukan akan sesuatu yang besar untuk masa depan akan juga turut melupakan apa yang telah terjadi selama ini, tapi jangan lupakan masa indah karena masa indah akan membawa anda menjadi orang yang bahagia.
    * Berilah mereka doa, mendoakan tentu sangat mujarab untuk bisa lupakan sesuatuyang telah membuat anda tidak nyaman atau tersakiti, berilah mereka doa saya pikir semua agama akan memberikan saran ini.
    * Tenang dalam bertindak dan bersikap , dewasa didalam melakukan setiap aktivitas serta tidak memiliki iri hati dan dengki akan membuat kita berdamai dengan diri dan keadaan sekitar kita, menaham emosi tidak mengumbar segala sesuatu dengan berlebihan tentu menambah kita untuk lepas dari ini semua
    * Cintailah diri kita berilah penghargaan pada diri kita serta pujilah diri kita untuk kita sendiri karena senyuman cinta hanya akan kita miliki apabila kita memiliki cinta untuk diri kita sendiri dan belajar mencintai lingkungan,kawan,keluarga serta selalu mencintai allah yang menciptakan kita.